Etalase`nya Andriy

Icon

leave this site if u don't like it …

Cara Berpikir Logis Pada Anak

Pendahuluan

Latar Belakang Masalah

Latar BelakangDalam kehidupan kita sehari-hari sering kali kita harus membuat suatu keputusan. Dari keadaan yang kita hadapi diperlukan kemampuan bernalar. Kemampuan bernalar adalah kemampuan untuk menarik konklusi yang tepat dari bukti-bukti yang ada. Kemampuan bernalar sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, karena merupakan sumber dari sebagian besar pengetahuan kita. Menarik konklusi adalah proses untuk dapat sampai pada sesuatu yang sebelumnya belum diketahui. Logika membicarakan kegiatan pemikiran secara lengkap beserta prosesnya menuju arah kebenaran, membicarakan susunan konsep dan segala sesuatu yang menyangkut berbagai seluk-beluk kegiatan pemikiran. Ada 2 (dua) bentuk metode berfikir yang logika induktif (umum) dan logika matematika deduktif (khusus).
Berdasarkan uraian diatas dapat diketahui bahwa dalam pengajaran matematika perlu adanya berbagai usaha dan tidak cukup dengan satu metode saja dalam meningkatkan kualitas pengajaran matematika.

Rumusan Masalah

Selaras dengan latar belakang masalah, maka masalah yang akan dibahas pada makalah ini adalah “Bagaimana perkembangan daya berfikir logis pada diri anak ?”

Pembahasan

PembahasanMengingat pentingnya suatu logika dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka dalam proses belajar mengajar perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh untuk mendapat pelajaran matematika secara efektif dan efisien. Maka siswa perlu dilibatkan secara aktif dalam proses belajar mengajar bersebut. Aktivitas siswa sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar, maka dari itu siswa harus aktif sebagai subyek didik yang merencanakan dan siswa sendiri yang akan melaksanakannya.
Menurut pendapat Piaget (seorang ahli psikologi) anak mempunyai masalah jika tidak mampu menjelaskan apa yang dia cari maupun apa yang dia lakukan untuk mencari jawaban. Proses pemikiran tidak sepenuhnya membingungkan, boleh jadi anak hanya ingin sedikit sekali istilah dalam pemikiran sehingga ia harus menggabungkan beberapa hal dan memilih hal apa yang terbaik untuk dilakukan. Dan tentu saja dia harus mempelajari seluruh proses mulai dari pertanyaan sampai dengan jawabannya.
Kemudian apakah introspeksi memungkinkan ? Menurut Piaget bahwa anak diatas umur 7 tahun, intropeksi sudah terpenuhi namun di umur 7 sampai 12 tahun ada usaha yang lebih konsisten, dalam hal berfikir dia lebih konsisten, dalam hal berfikir dia lebih sadar akan dirinya. Dilihat dari sudut kesiapannya, anak-anak yang umurnya kurang dari 7 tahun biasanya tidak mampu untuk menganalisa proses pemikiran. Anak pada tingkat ini sebaiknya diberi masalah yang membutuhkan proses pemikiran yang logis. Guru harus merencanakan prosedur pada anak didiknya sesuai dengan pemikirannya.

Transduksi

Batasan lainnya untuk pemikiran anak-anak adalah transduction. Seorang anak umur 8 tahun mengamati sebuah kerikil yang jatuh dalam segelas air dan kemudian bertanya mengapa airnya naik. Dia akan mempelajari “kerikil” ini dan kemudian dia mengambil kerikil lainnya dan bertanya pada dirinya sendiri apa yang akan terjadi jika kerikil ini akan jatuh ke air. “Air akan bertambah naik karena kerikil itu berat”. Sekarang tunjukkan kerikil yang lebih kecil dan tanyakan apakah air itu juga akan naik, ini menunjukkan bahwa anak menggunakan alasan dengan menerapkan generalisasi bahwa benda berat menyebabkan air naik. Kemudian anak diberi pertanyaan mengenai sepotong kayu. Apakah kayu ini akan membuat air naik ?. Ya karena kayu ini berat. Dia tidak menyadari bahwa telah melakukannya dengan sendirinya. Dia dengan mudah merespon beberapa benda dalam otaknya. Kita tahu bahwa setiap obyek mempunyai ciri-ciri sendiri dan mempunyai hubungan khusus yang dihasilkan dari pemikiran, maka inilah yang kita sebut dengan transduksi. Transduksi adalah suatu bentuk pemikiran yang dihasilkan dari generalisasi atau pemikiran yang logis. Piaget menyimpulkan bahwa pemikiran anak-anak tidak berubah dari universal atau generalisasi khusus atau spesifik (deduktif) maupun dari khusus ke umum (induktif).

Pengertian Berpikir Logis

Proses pemikiran anak tidak sepenuhnya pada tingkat sadar, ini berarti bahwa anak akan mengalami kesulitan dalam mendefinisikan generalisasi yang sesuai dengannya. Menurut Piaget sebagai berikut : Dari sudut pandang psikologi, definisi dari pengertian kesadaran dari seseorang yaitu membuat suatu kata atau konsep di dalam proses berpikir. Tetapi anak mendapatkan kesulitan dalam memahami pemikirannya sendiri (introspeksi). Contoh : Anda meminta untuk menjelaskan suatu obyek pada anak seperti “sendok” atau “ibu”. Jika obyeknya dijelaskan dengan lengkap maka anak akan mudah memahaminya.
“Sendok adalah alat untuk makan”. Tanyakan pada anak usia 5 sampai 7 tahun apakah hujan itu ? Secara fisik anak tidak tahu apa itu hujan tetapi dari sudut pandang definisi logis bahwa hujan adalah air yang jatuh dari langit. Pada bagian ini akan dipelajari mengenai tindakan pencegahan terhadap rencana pemikiran pada anak terhadap hal-hal yang dapat mengacaukan pemikiran mereka. Anak tidak dapat membedakan antara konsep dan obyek.
Pada usia 7 sampai 8 tahun mulai membedakan pemahaman dari hal-hal yang berhubungan dengan kesadaran atau proses pemikiran. Dia mulai menggunakan definisi logis seperti “ibu adalah wanita dengan anak-anaknya”. Pemikiran semacam ini tidak sampai pada anak usia 11 atau 12 tahun karena berbagai macam pertimbangan pemikiran seperti “semua ibu adalah wanita” atau semua wanita belum tentu ibu dan “semua orang dengan anak-anaknya belum tentu ibu”.
Beberapa anak ketika ditanya dengan hati-hati memberi bukti bahwa mereka mempunyai konsep tentang pemikiran diri sebagai suatu definisi tetapi hanya berkata “ini bergerak”. Piaget menyimpulkan bahwa banyak anak belum sepenuhnya sadar akan pemikiran mereka sendiri dan sampai anak berumur 11 tahun atau 12 tahun atau ketika anak hampir menyelesaikan sekolah dasar, dan kapan anak dapat memberikan definisi yang lengkap.
Dari beberapa contoh diatas pemikiran anak berbeda dengan pemikiran orang dewasa. Hal ini merupakan tantangan bagi guru untuk menemukan berbagai cara anak dapat berpikir.

Bahasa dan Berpikir Logis

Terdapat sedikit hubungan antara pemahaman verbal dan pemikiran oprasional yang dapat diketahui pada anak yang mempunyai hambatan pada bahasa tetapi tidak bermasalah dalam hal kecerdasan dan juga pada anak-anak yang mempunyai hambatan oprasional dan tidak mempunyai masalah linguistik.
Jika dengan pemahaman struktur maka penggunaannya tidak akan memadai, hal ini dikarenakan pada usia 4 tahun faktor bahasa akan membatasi pada pemikiran operasionalnya.
Karena kata-kata biasanya bukanlah hasil dari suatu pemahaman anak-anak sering digunakan untuk mengindikasikan tingkat anak dalam berpikir logis. Anak yang terlalu muda, saat ditanya tentang arti sebuah kata, mungkin dengan mudah menunjukkan bahasa tubuh secara verbal. Sebagai contoh “Ibu”dengan mudah ia menunjuk. Kemudian “ibu” dijelaskan dengan istilah dia sendiri. Definisi secara lengkap mengenai pemikiran logis adalah suatu yang tidak dapat diharapkan dari anak-anak yang usianya di bawah 11 tahun sampai 12 tahun. Anak-anak tidak akan mencapai tingkat hipotesis deduktif dari pemikiran logis yang abstrak hingga anak berusia 12 tahun.
Kalimat-kalimat terbuka sehingga bagi yang belum selesai akan mulai dengan kata sambung yang digunakan secara logis seperti karena, oleh karena itu, sejak, kemudian sebagai contoh :

  • Saya tidur karena……………
  • Robi naik kelas karena………..
  • Anjing itu berhenti menggonggong karena………

Kata sambung seperti “karena” atau “oleh karena itu” digunakan untuk menunjukkan sebab akibat dan juga menunjukkan hubungan logika. Ide dari hubungan itu penting dan mendasar, satu dalam logika dan ilmu matematika karena hubungan antara ide-ide itu berkembang dari logika.
Kata sambung “karena” adalah hubungan sebab dan akibat antara 2 kejadian contoh : “Laki-laki itu jatuh dari sepeda (akibat) karena seorang menghalangi jalannya”. Kata sambung “karena” juga berwakili bukan sebab dan akibat tetapi implikasi atau logika. Ini merupakan logika dari implikasi dimana kita tertarik khususnya. Dalam arena aritmatik, anak-anak diminta oleh Piaget untuk melengkapi kalimat berikut. “setengah dari 5 bukan 2 karena……”, kalimat ini bisa dilengkapi dengan benar “setengah dari 5 bukan 2 karena 2 ditambah 2 adalah 4”. Untuk menjelaskan mengapa setengah dari 5 bukan 2, kita harus mengambil jalan untuk sebuah definisi dan hubungan yang bukan hubungan sebab antara dua peristiwa. Ini adalah hubungan logika termasuk ketika kita bicara, “setengah dari 5 bukan 2 karena………” jika kita mendefinisikan secara berubah-ubah 2 tambah 2 menjadi 4 maka setengah dari 4 adalah 2, dan setengah dari 5 pasti sesuatu yang lebih karena 4 dan 5 itu tidak sama. Dalam usaha menganalisa kesulitan anak-anak mencoba membangun hubungan yang benar untuk mengidentifikasi arti yang dihubungkan dengan sebuah kata sambung seperti, karena. Contoh :

  • Dia tertawa karena…………….
  • Ibu mencuci pakaian karena……….
  • Adik mencuci kaki karena ……….

Pada umur berapa kegunaan logika berkembang ? pada umur beberapa anak-anak bisa melengkapi kalimat yang menunjukkan beberapa logika ?. Piaget menyelidiki pertanyaan ini dengan 180 anak dalam rata-rata usia 7 sampai 9 tahun, menggunakan 2 pendapat.
Anak-anak sejauh mereka egosentris percaya bahwa orang lain selalu mengetahui apa yang mereka pikirkan dan alasan mereka untuk melakukannya, dengan kata lain mereka selalu percaya pada diri sendiri untuk dimengerti secara lengkap. Sebelum kesimpulan memiliki sebuah tantangan yang penting bagi guru. Kata sambung “oleh karena itu” menyertakan lebih dari hubungan sebab dari sebuah pengambilan kesimpulan.
Contoh : “Rumput itu basah oleh karena itu saya menyimpulkan bahwa hari hujan”. Oleh karena itu sering digunakan dalam bukti formal.
Dalam mempelajari penggunaan kata “oleh karena itu” sebagai hubungan dari implikasi atau konsekuensi, Piaget menyimpulkan bahwa di luar dari 30 anak antara 6 dan 9 tahun yang kita uji perorangan tak seorangpun membuktikan kemampuannya dalam menggunakan “oleh karena itu” baik dengan cara yang jelas maupun dengan menghasilkan hubungan khusus yang diindikasikan oleh orang dewasa yang menggunakan bentuk tersebut.

Contoh Lain Penggunaan Kata Sambung

Kata Sambung “Kemudian”

Kata sambung “kemudian” sering digunakan dalam pembuktian, tetapi juga digunakan untuk tujuan lain. “Jika … maka….” Adalah sebuah ranagkaian hubungan dasar dalam logika ini dihubungkan dengan implikasi atau kesimpulan. Contoh : “Jika tidak belajar maka akan bodoh.”

Kata Sambung Perselisihan

Kata sambung yang menginginkan hubungan implikasi, logika sebab, atau rangkaian bisa ditunjukkan pada kata sambung perselisihan. Ini termasuk “meskipun”, “walaupun”, “tetapi”. Piaget melaporkan bahwa kata sambung seperti itu sangat sedikit dipahami sebelum usia 11 atau 12 tahun.
Contoh : Ari tetap berangkat sekolah meskipun sedang sakit.

Alasan Induktif Dan Deduktif

Ilmu matematika biasanya dianggap sebagai sebuah ilmu deduktif (khusus) tapi dalam sekolah dasar cara induktif (umum) lebih baik. Ini dihubungkan dengan metode discovery, dimana anak-anak mengamati contoh yang khusus. Mereka harus didorong untuk melihat pola atau penyamarataan.
Contoh : 2 + 3 = 5 dan juga 3 + 2 = 5
Rupanya susunan dari penambahan tidak mengubah jumlah.

Kesimpulan

KesimpulanDengan memberikan pengertian pada diri anak untuk dapat berpikir secara logis maka harus menggunakan konsep secara benar. Berpikir secara logis pada anak dipengaruhi oleh usianya, anak usia kurang dari 7 tahun secara umum tidak mampu untuk menganalisa proses pemikiran. Sebaiknya anak pada usia itu diberikan pengertian sejak dini dengan kata-kata yang mudah dimengerti sehingga anak mampu untuk berpikir secara logis.

Daftar Pustaka

  • Dr. J. Tombokan Runtukayu. 1994. Pengajaran Matematika Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Depdikbud Dirjen pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Tenaga Guru.
  • Leibeck, P. 1984. How Children Learn mathematics. New York: Penguian Books.

Filed under: Call of Duty, , ,

2 Responses

  1. Risa says:

    makasih dah mau sharing ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

silakan isi buku tamu...
Guestbook

Cinta adalah Hasrat Tak Tertahankan Untuk Dihasrati Secara Tak Tertahankan. (R.F.)

My Links

http://askepasbid.blogspot.com/
all about technology and computer
thePOWER ofWORDS
Bukti Cinta Kami
purpl3star
elrangga
Blog Iseng

do not ever,...ever ... turn away from this site
temukan solusi dari masalah hAmp0N Anda!
just a diary and my daily electronic
Blog Iseng
Hwakakakakakak!
hihihihihi...
thanks for visiting
attacking is the best defense
buat yang sering bikin presentasi...
Lucazappa Button Maker
ARSITEK DISINI
all about graphics design
i'm invite you
iTeg Blog site
jejak-annas1
banner-21omiyan
create your own banner at mybannermaker.com!
Make your own banner at MyBannerMaker.com!

tukeran link?
copy paste aja code di bawah:

<a href="https://ardnt.wordpress.com/" title="Etalase`nya Andriy" target="_blank"> <img src="http://img2.imageshack.us/img2/1827/ndrie.png" border="0" alt="My Wordpress"></a>


ntar jadinya seperti ini :
Etalase`nya Andriy

thanks
nice to know you ^_^

Misc. Online Dicts

Ouch, I'm hit!

  • 64,141 shots
<span>%d</span> bloggers like this: