Etalase`nya Andriy

Icon

leave this site if u don't like it …

Hati-hati naik bus umum!!!

Apa yang saya alami beberapa jam yang lalu semoga dapat menjadikan pelajaran bagi kita semua dalam menggunakan angkutan umum (esp. bus kota).
Kronologisnya gini:
Saya berangkat dari Terminal Nganjuk (sekitar pukul 18.00 WIB) menuju Yogya. Saat itu ada bus yang sudah terkenal banyak unit`nya untuk trayek Surabaya-Yogya PP (maaf, nopol`nya saya lupa), sebut saja Bus Pertama. Karena perkiraan waktu sampai di Yogya sudah malam, saya putuskan tidak transit untuk ganti bus. Kalau dari Nganjuk ke Yogya, biasanya bus nge`tem dulu di Madiun. Saat membayar karcis, saya sodorkan satu lembar duapuluh ribuan dan satu lembar lima ribuan. Ternyata oleh kondektur Bus Pertama uang yang lima ribuan malah dikembalikan, dan masih diberi kembalian Rp. 1.500,- (seribu lima ratus rupiah). Wahhh…!! Ga nyangka nih! Jadi Nganjuk-Yogya cuman Rp.18.500,- (delapan belas ribu lima ratus rupiah) donk!!
Sekilas saya lihat karcisnya, bagian yang tercoret spidol cuman tulisan NGANJUK, sementara yang paling bawah (YOGYAKARTA) tidak dicoret. Gpp`lah…
Dan masalah yang akan saya ungkapkan disini adalah ketika sampai di daerah Palur (sebelum Solo dari arah Sragen). Kondektur memberitahu penumpang yang menuju Kartasura, Klaten, Yogya untuk pindah ke bus belakang. Maksudnya, saat itu ada bus lain di belakang Bus Pertama (yang saya naiki). Bus tersebut masih sama PO`nya (Perusahaan Otobus). Nah, untuk Bus Kedua ini saya masih hapal dengan nopol`nya W 7897 UN. Tentunya, kami, para penumpang menyangka bahwa hal tersebut adalah oper bus.
Namun apa yang terjadi, tiba-tiba saja kondektur Bus Kedua (nopol W 7897 UN) memeriksa karcis penumpang dan ketika mendapati penumpang operan (termasuk saya) dengan membentak mengatakan, “Ini bukan operan!! Lihat dulu, ini karcis Solo!!… Sini tidak menerima operan!!”
Nah lo??!!
Lah tadi, yang nyuruh pindah ke bus belakang,…bukan oper bus??!!
Namun karena sikap kondektur yang kurang simpatik tersebut, membuat kami (seorang ibu+anak perempuannya, saya, lelaki yang dari tadi mainan hape tivi, dan kalau tidak salah dua orang penumpang lainnya) yang dari operan Bus Pertama jadi kebingungan. Apalagi ibu dengan anak perempuannya tadi sampai lupa mau turun dimana. Kenapa dari tadi tidak bilang kalo bukan operan??! What the f**k!! Seumur-umur saya naik bus yang ada namanya di lampu depan atas trayek Surabaya-Yogya, baru kali ini diperlakukan seperti ini.
Apa Pak Kondektur Bus Kedua tidak bisa bilang dengan baik-baik? Tentunya dengan penjelasan lebih dulu. Jadinya kita tidak merasa diperlakukan seperti penumpang gelap. Mungkin tadi saya merasa mangkel sekali. Namun, reaksi marah tidak akan menyelesaikan masalah (I’ve mastered this .. *smile*)
Oke, kita sebagai penumpang memang goblok!! Tidak memeriksa karcis, atau menanyakan kepada Kondektur dari awal. Tapi bukan berarti kita boleh diperlakukan seperti penumpang gelap. Dibentak-bentak, seolah kita tidak mau membayar karcis.
Pesan saya untuk para pembaca: Berhati-hatilah, … periksa dengan teliti karcis bus Anda! Di kasus saya, periksa sekali lagi coretan spidol di tempat awal dan tujuan Anda. Kalau belum ada coretan spidol, atau meragukan, langsung tanyakan saja pada Kondektur. Dan kalau dipindah ke bus lain, pastikan untuk bertanya apakah masih harus membayar lagi atau tidak.
Juga tambahan untuk Bus Pertama: (aduh…kenapa saya sampai lupa nopol Bus Pertama..!!)
Pak Sopir`nya bukan main ugal-ugalan. Mendahului kendaraan di depan sampai-sampai kalau ada penumpang yang tidak terbiasa, akan sport jantung. Terhitung saya masih ingat, dua kali ada umpatan dari kendaraan lain. Yang pertama saya lupa, namun yang kedua saya ingat umpatan dari sopir truk.
Oh ya, tambahan lagi juga ketika saya turun di Ring Road Wonosari. Saat akan turun, saya lihat kernet tertidur di kursi belakang. Jadinya saya memberitahu Kondektur “yang simpatik” kalau saya turun di persimpangan lampu merah berikutnya (Ring Road Wonosari). Si Kondektur hanya mengatakan, “Ke depan sono”. Maksudnya, untuk segera ke depan dekat sopir bus. Ketika hampir kebablasan berhenti, saya masih mendengar Si Kondektur berkacamata “yang simpatik” tersebut celetuk, “Mau turun, malah diam saja!”.
Hahaha… well, saya terima, Pak. Saya tahu Anda masih tersimpan rasa mangkel gara-gara kami, penumpang goblok. Yang tahunya hanya menyetop bus, naik, duduk, bayar karcis, terima karcis (itupun kalau diberi karcis) dan beranggapan bahwa dengan membayar (dan menerima) karcis bus, akan sampai di tujuan.
Berikut bukti karcisnya:

karcis bus pertama

karcis bus pertama

karcis bus kedua

karcis bus kedua

Filed under: My Logs, , ,

8 Responses

  1. bintang says:

    halo2.. tadi dah saya update filenya 😀

  2. milla says:

    halooo…
    lam kenal..
    blogna bagus..
    kpn2 sya bleh nanya yua..

  3. heri says:

    ok yg sabar aj klo gt

  4. storitie says:

    oo gt ya emangnya,,belom pernah c,,tapi karcis bus nya emang ky gitu ya?harus dicoret2 gt ya?mungkin hrsnya satu jurusan satu karcis ya,,

    • Andriy says:

      @storitie:
      iya benar, satu jurusan satu karcis ^_^

      maksudnya, di awal (bus pertama) saya ga liat coretan di bagian tempat tujuan pada karcis karena biasanya ada bus yang ke Yogya langsung ngandang (ke garasi)
      dan biasanya, kalo kru bus pertama nyuruh penumpang untuk oper ke bus lain, tidak pernah ditarik uang lagi untuk bus kedua.
      di kasus saya, suasana saat itu seperti halnya saat sedang di-oper ke bus lain.
      jadi, wajar jika kita beranggapan bahwa kita dipindah ke bus lain yang tetap menuju ke Yogya, karena bus yang pertama hanya berhenti di Solo.

  5. Mel says:

    ceritanya kena mafia bus nih
    😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

silakan isi buku tamu...
Guestbook

Cinta adalah Hasrat Tak Tertahankan Untuk Dihasrati Secara Tak Tertahankan. (R.F.)

My Links

http://askepasbid.blogspot.com/
all about technology and computer
thePOWER ofWORDS
Bukti Cinta Kami
purpl3star
elrangga
Blog Iseng

do not ever,...ever ... turn away from this site
temukan solusi dari masalah hAmp0N Anda!
just a diary and my daily electronic
Blog Iseng
Hwakakakakakak!
hihihihihi...
thanks for visiting
attacking is the best defense
buat yang sering bikin presentasi...
Lucazappa Button Maker
ARSITEK DISINI
all about graphics design
i'm invite you
iTeg Blog site
jejak-annas1
banner-21omiyan
create your own banner at mybannermaker.com!
Make your own banner at MyBannerMaker.com!

tukeran link?
copy paste aja code di bawah:

<a href="https://ardnt.wordpress.com/" title="Etalase`nya Andriy" target="_blank"> <img src="http://img2.imageshack.us/img2/1827/ndrie.png" border="0" alt="My Wordpress"></a>


ntar jadinya seperti ini :
Etalase`nya Andriy

thanks
nice to know you ^_^

Misc. Online Dicts

Ouch, I'm hit!

  • 64,141 shots
<span>%d</span> bloggers like this: