Etalase`nya Andriy

Icon

leave this site if u don't like it …

Dirgahayulah Dikau, Indonesia!

Barangsiapa pada hari-hari sekitar tanggal 17 Agustus menyusuri jalan-jalan, baik di jalan raya maupun jalan lainnya akan melihat puluhan bendera yang berkibar, gapura yang merentangi jalan dan lorong, lampu hias yang pada malam hari membayang-bayangkan bangunan gedung yang megah. Dimana-mana kita dapat membaca tulisan yang beraneka ragam. “Dirgahayu RI ke xxx, Dirgahayu HUT RI ke-64, Dirgahayu Kemerdekaan RI ke xxx, Dirgahayu RI HUT xxx, RI xxx, Dirgahayu RI 64 TH; Selamat Kemerdekaan RI xxx, Dirgahayu Republik Indonesia, HUT PRO KEM xxx”. Walaupun dulu Bapak Amin Singgih menjelaskan kepada khalayak ramai makna ungkapan “dirgahayu”, yakni ‘(semoga) panjang umur’, kita dapat menyaksikan bagaimana orang dengan tegar meneruskan kebiasaan yang salah yang sedikit banyak menandaskan prinsip “asal berbunyi”. Ditinjau dari sudut pandangan bahasa, seruan Dirgahayu RI ke-64 harus ditafsirkan sebagai berikut. RI ke-64 mengisyaratkan seakan-akan kita pernah mengalami enam puluh tiga macam republik sebelumnya, sebagaimana kita pun mengenal Republik Perancis yang kelima. Padahal maksud kita sudah jelas bukan begitu. Pemerintah DKI (waktu itu) yang selalu menunjukkan sikap tanggap (responsif) terhadap saran masyarakat, telah memperhatikan teguran Bapak Amin Singgih (yang meninggal dunia pada 31 Agustus 1973) dengan memasang kain rentangnya (spanduknya) dimana-mana yang ditulisi “Dirgahayu Republik Indonesia”. Memang begitulah hendaknya.

Mengapa badan pemerintah dan swasta, serta biro reklame dan iklan masih tetap menyusun kalimat seruan yang salah? Hemat saya, karena orang ingin mengucapkan terlalu banyak sekaligus. Dan ucapan yang masing-masing baik bentuknya, digabungkan sehingga jadi satu ucapan yang tidak baik. Kita dapat memakai seruan “Selamat Ulang Tahun Keenampuluh Empat Republik Indonesia” atau “Dirgahayu Republik Indonesia”. Kita tidak dapat mengucapkan “Semoga panjang umur ulang tahun keenampuluh empat Republik Indonesia”, jika ingin disebut makhluk berakal. Kita dapat berseru “Dirgahayu Presiden Indonesia”, atau “Dirgahayu Veteran Nasional” dengan harapan usianya dipanjangkan Allah ta’ala, tetapi kurang masuk akal jika ulang tahunnya atau hari peringatannya dipanjangkan waktunya karena kita telah sepakat menetapkan jangka dua puluh empat jam untuk satu hari.

Mungkin orang cendekia kita baru paham ketidakserasian makna ungkapan yang rancu itu jika disini disertakan terjemahannya dalam bahasa asing, seperti halnya peragaan bendera baru gamblang jika dijelaskan oleh flag display, dan upacara pembukaan baru afdol jika disebut opening ceremony. Dirgahayu Hari Ulang Tahun Republik Indonesia padanan Inggrisnya ialah Long Live the Anniversary of the Republic of Indonesia! Orang tentu dapat mengajukan pendapat agar kita mulai sekarang menyamakan saja makna kata Selamat dan Dirgahayu sehingga Dirgahayu Ulang Tahun tidak perlu dianggap salah lagi. Jika kita berbuat demikian maka sebenarnya kita bukan membina, melainkan memiskinkan bahasa kita. Sebabnya ialah kita lalu kehilangan kesempatan menggunakan satu kata yang merangkum makna ‘panjang umur’ atau ‘lanjut usia’.

Pemiskinan itu pun sedang dilakukan orang sekarang dengan melancarkan pemakaian kata pewaris yang diartikan ‘orang yang mewarisi’, ‘orang yang memperoleh warisan’. Padahal, makna yang dikandung oleh kata pewaris ialah ‘orang yang mewariskan’, ‘orang yang meninggalkan warisan’ sedang orang yang mendapat warisan lazimnya disebut waris atau ahli waris. Jadi, pewaris Angkatan 45 ialah angkatan sebelum revolusi kita, bukan generasi sesudahnya. Tidak mungkinkah kita menetapkan kata pewaris mulai sekarang berarti ‘orang yang menerima warisan’? Hal itu mungkin jika kita dapat menyampingkan dua keberatan. Pertama, dalam hukum kita masih dipakai kata waris dan ahli waris. Akan terjadi kesimpangsiuran dalam peristilahan hukum waris yang justru ingin kita hindari. Kedua, pemakaian pewaris dengan arti yang baru akan meniadakan kemungkinan adanya pasangan pewaris: waris yang dengan rapi menggambarkan kedua pihak pemberi dan penerima. Gedung dan rumah yang indah tidak kunjung tegak jika kita tidak mulai membangun dinding, tembok demi tembok; jika kita tidak memasang pintu dan jendela, rangka demi rangka, dan tidak merampungkan atap, bagian demi bagian. Demikian pula, bangunan bahasa tidak akan menjulan jika kita tidak mulai merapikan pemakaian kata sehari-hari, meluruskan ungkapan bahasa yang bengkang-bengkok, dan mengembangkan swadaya bahasa kita. Marilah kita, sebagai ahli waris perintis kemerdekaan kita, mengumandangkan harapan kita: “Dirgahayulah Indonesia” dan di samping itu menjaga mutu pemakaian bahasa nasional.

Filed under: bahasa, , , ,

3 Responses

  1. ABY IRVANA says:

    Merdeka…salam kenal………

  2. Iklan Baris says:

    Ya, tanpa terasa negara kita ini sudah hampir 64 tahun berada dalam alam yang merdeka. setiap tahun pula kita selalu memperingatinya. Namun, bangsa ini tidak sekedar butuh rutinitas semata. negeri ini mendambakan kemerdekaan yang seutuhnya. merdeka bukan sekedar dalam arti lahiriah, tetapi jauh lebih dalam daripada itu. Ingat, negeri ini sedang dilanda krisis multi dimensi. kita semua bertanggung jawab untuk mewujudkan apa yang telah diperjuangkan para pahlawan. sebab di tangan kita lah masa depan bangsa ini dipertaruhkan!
    Iklan Baris Gratis

  3. Andriy says:

    @ABY: lam kenal juga. ^_^
    @Iklan Baris: TUL! ayo “TALK LESS DO MORE”!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

silakan isi buku tamu...
Guestbook

Cinta adalah Hasrat Tak Tertahankan Untuk Dihasrati Secara Tak Tertahankan. (R.F.)

My Links

http://askepasbid.blogspot.com/
all about technology and computer
thePOWER ofWORDS
Bukti Cinta Kami
purpl3star
elrangga
Blog Iseng

do not ever,...ever ... turn away from this site
temukan solusi dari masalah hAmp0N Anda!
just a diary and my daily electronic
Blog Iseng
Hwakakakakakak!
hihihihihi...
thanks for visiting
attacking is the best defense
buat yang sering bikin presentasi...
Lucazappa Button Maker
ARSITEK DISINI
all about graphics design
i'm invite you
iTeg Blog site
jejak-annas1
banner-21omiyan
create your own banner at mybannermaker.com!
Make your own banner at MyBannerMaker.com!

tukeran link?
copy paste aja code di bawah:

<a href="https://ardnt.wordpress.com/" title="Etalase`nya Andriy" target="_blank"> <img src="http://img2.imageshack.us/img2/1827/ndrie.png" border="0" alt="My Wordpress"></a>


ntar jadinya seperti ini :
Etalase`nya Andriy

thanks
nice to know you ^_^

Misc. Online Dicts

Ouch, I'm hit!

  • 64,141 shots
<span>%d</span> bloggers like this: