Etalase`nya Andriy

Icon

leave this site if u don't like it …

Yang tersisa di hari Idul Adha 1430 H

semalam begadang sampe pagi (lagi lagi). Konsekuensinya pas sholat Id, apa yang diceramahkan oleh khotib tentu saja tidak masuk ke otak. Tau-tau dah pulang, terkapar di kasur.
Ketika bangun, jam dinding sudah pukul setengah dua belas siang. Kucoba membuat segelas teh panas supaya para penghuni perut tidak melakukan demo. :mrgreen:
Suasana masjid tentu saja masih hiruk pikuk dengan kegiatan kurban. Malah tempat wudhu bagian putri menjadi tempat mencuci peralatan, sementara parkir di belakang menjadi tempat pengepakan (pake tas kresek,…biasanya kalo packing konotasinya pake kardus.. hehehehe. Ga tau musti pake kata apa buat nyebutin) daging kurban. Praktis aku musti lewat di depan ibu-ibu dan mBak-mBak yang manis-manis itu. Cieehhhh…. Semalam sebelumnya emang ada rombongan takbir dari masjid sini. Dan sepertinya ada beberapa mahasiswa yang memakai almamater (aku ga perlu sebutin, daripada mereka malu…hwakakkakak!). Karena ga perlu bawa obor ato sejenisnya, warna almamater mereka udah cukup jadi alat penerangan. *ketawa abis*
Back to topik. abis sholat Jum’at, para penghuni perut ternyata sudah mulai merasa perlu mengadakan coup. Oke, oke… kau jual aku beli.
Tanpa perlu balik ke rumah, aku langsung menuju ke warung makan langgananku,yang sudah menjadi tempat dadakan’ku untuk memuaskan hasrat perut.
Seperti biasa, aku memesan porsi favoritku. Ya, menjadi favorit bukan karena rasanya yang bikin ketagihan, ato apalah. Tetapi karena cukup sekali bayar.
Di meja seberang ada dua orang cowok. Seusiaku mungkin. Yang satu ngutik-ngutik ponsel. Yang satu membelakangi temannya sambil menghisap ‘barang’ yang sudah menjadi my natural enemy, alias r-o-k-o-k.
Itu sebabnya aku mengambil tempat duduk yang berjauhan. Baru saja duduk, tidak lama datang dua orang cowok. Mereka langsung mengambil tempat duduk di sebelahku.
Segera pesananku sudah selesai. Tampaknya yang nunggu warung cuman seorang. Dan awalnya kupikir, mungkin aku harus menunggu agak lama.
Baru dapat sesendok, datang lagi dua orang cowok. Dan lagi-lagi, mereka juga seusiaku. *ni kamu mo makan, ato mo perhatiin orang di warung sih, nDrie???*
Suka-suka gw donk! Orang aku juga ga buru-buru nyelesein makanku.
Dari sinilah masalahnya, warung sudah terlihat penuh dengan pelanggan. Tentunya yang jaga warung kewalahan. Bisa jadi dua orang temannya jaga di malam hari.
Tidak sengaja aku menangkap bahan obrolan dua orang cowok yang datang terakhir. Deskripsi mereka, yang satu relatif lebih pendek dengan penampilan laiknya anak gaul, pake anting, dan sekelebat kulihat tato di lengan atas kanannya. Yang satu mungkin lebih muda. Yahh… seusia adekku lah.
“Yang pasti, dapetnya seratus empat puluh. Terima awal masing-masing dua.” Itu yang pertama kali terdengar di telingaku.
“Biasanya kalo event gitu emang seratusan, ya” tanya cowok yang lebih muda. Abis itu aku tidak terlalu memperhatikan karena terpaku pada layar televisi yang menyiarkan program “Narsis”. Tampak seorang cewek beradegan layaknya artis, sedang menyanyi, bawa mic, …mmm keknya lagu Geisha. Cewek tersebut berakting di tepi jalan, di tempat pemberhentian bus,… bahkan sampai menghampiri polisi yang sedang mengatur lalu lintas.
Menurutku, tak mungkin motifnya selain uang. Plus popularitas. Kalo perlu, jadi gila di tengah jalan pun mau, asal dapat uang. Hahahaha…. Jaman edan, yen ora edan, yo ora keduman (=kebagian).
Sampai pada syut dimana si cewek itu mendapatkan apa yang berhak didapatkannya dari tindakannya. Imho, that’s ridiculous.
Lalu perhatian kembali pada dua orang cowok yang tadi. Oke, biar pembaca ga bingung, dua orang cowok yang datang pertama setelah aku ga perlu dideskripsikan disini, karena bukan mereka yang akan aku bicarakan disini. Jadi, tentu saja dua orang cowok yang datang belakangan. Yang dandanannya gaul, sebut saja A, dan yang agak muda sebut aja B.
Perhatian bertambah saat si A tampak mulai ga sabar menunggu. Dan kulihat yang jaga masih membuatkan minuman.
Tak lama pesanan si A sudah jadi. “Pake saus sarden, Bang,” katanya. Ternyata yang jaga lupa memberi saus sarden. “Udah berapa taon sih kerja disini?”, tambahnya sengak. Urung diberikan pesanan, Mas’nya tadi menambahkan saus sarden.
Jelas kutangkap raut muka si A waktu menerima pesanan nasinya. Suasana sekitar yang bising membuatku tidak dapat lagi menangkap suaranya dengan jelas. Tampak dari gesture-nya, dia tidak sreg dengan pesanannya. Disusul dengan gerak tangannya mengepal diarahkan ke si penjaga warung.
Wah…aku jadi tertarik mengamati. Ritme makanku lebih kuperlambat, biar bisa agak lama disitu.
“Bang!… si Jong dinas malam ya dua-duanya?? Pagi ini cuman sendirian ya??” tanya A dengan nada agak membentak. Kulihat mas yang jaga cuman bisa menganggukkan kepala. Barangkali cuman itu yang bisa diperbuatnya. Dan aku yakin ada perasaan berkecamuk di dalam hatinya. *guayamu, nDrie. Sok teu..*
Ya iyalah, situasi seperti itu kalo orang diperlakukan seperti itu, wajar kalau makan hati. Mau nanggepi, ntar malah ybs ga mau mbayar dg alasan lama banget pelayanannya. Apalagi saat aku bisa mengukur gaya bicara si A. Gaya bicara yang sudah pasti menjadi my opposite side.
“Ini nasi ato kolam ikan sih,” nada tinggi si A masih berlanjut.
Entah kenapa sekilas aku merasa sudah memegang botol Fanta kosong di depanku. Sejurus kemudian, ternyata aku sadar kalo aku memegang sendok penuh nasi hendak masuk ke mulut. Fyuhh,… .
Langsung kuputuskan untuk segera menyelesaikan santapanku. Aku ambil beberapa gorengan biar itungannya pas, jadi mas’nya ga perlu bolak-balik memberikan uang kembalian.
Dua orang cowok yg di sampingku juga mulai merasa kelamaan menunggu, but they expressed it in more polite manner.
“Bang, kira-kira masih kurang berapa lagi? Kalau bisa agak cepetan ya,” tanya cowok yang tepat di sampingku. Hampir saja kupikir mereka setali tiga uang dengan A. Hehehehe….
Dan,.. naudzubillah!! Si A dengan tenang menyuapin si B!!!!

F*CK!!!
Ga perlu menunggu lebih lama untuk menghabiskan makanku. Es teh langsung kuteguk habis. Aku rogoh saku kanan depan,.. pas.
“Mas, nasi satu, es teh satu, gorengan tiga,” ujarku. “Pas ya. Tengkyu,” tambahku.
Aku beranjak sambil melihat nopol motor milik dua orang kaum Luth tadi.

Sekali lagi.. F*CK!!

Filed under: baca aja, My Logs, ,

6 Responses

  1. hahahaa…. untung kamu gak sempet dijadiin incerannya mereka. klo iya, bisa jadi labaan juga tuh. 😛

  2. Mbah Jiwo says:

    mana daging kambingnya?

  3. Wempi says:

    hehe… gay ternyata ya…

    • Andriy says:

      kalo saya liat (wkt itu), keliatannya emang gitu, Mas. :mrgreen:
      untungnya saya udah mo kelar makan. kalo ga, bisa brenti di tengah jalan proses menyantap makanan saya. *ngakak*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

silakan isi buku tamu...
Guestbook

Cinta adalah Hasrat Tak Tertahankan Untuk Dihasrati Secara Tak Tertahankan. (R.F.)

My Links

http://askepasbid.blogspot.com/
all about technology and computer
thePOWER ofWORDS
Bukti Cinta Kami
purpl3star
elrangga
Blog Iseng

do not ever,...ever ... turn away from this site
temukan solusi dari masalah hAmp0N Anda!
just a diary and my daily electronic
Blog Iseng
Hwakakakakakak!
hihihihihi...
thanks for visiting
attacking is the best defense
buat yang sering bikin presentasi...
Lucazappa Button Maker
ARSITEK DISINI
all about graphics design
i'm invite you
iTeg Blog site
jejak-annas1
banner-21omiyan
create your own banner at mybannermaker.com!
Make your own banner at MyBannerMaker.com!

tukeran link?
copy paste aja code di bawah:

<a href="https://ardnt.wordpress.com/" title="Etalase`nya Andriy" target="_blank"> <img src="http://img2.imageshack.us/img2/1827/ndrie.png" border="0" alt="My Wordpress"></a>


ntar jadinya seperti ini :
Etalase`nya Andriy

thanks
nice to know you ^_^

Misc. Online Dicts

Ouch, I'm hit!

  • 64,141 shots
<span>%d</span> bloggers like this: